Selamat Datang di Website Resmi Ambalan Airlangga - Mahendradatta
Selamat Datang di Website Resmi Ambalan Airlangga - Mahendradatta. Mari bersama-sama membangun karakter, jiwa kepemimpinan, dan semangat kebersamaan yang berlandaskan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Layaknya samudra yang dalam, kita tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, tenang, dan berwibawa.
⚜️ Ambalan Airlangga-Mahendradatta
🏕️ Gugus Depan 2401-117/2401-118 Pangkalan SMA NEGERI 2 LAMONGAN
Nama Ambalan adalah sesuatu yang dipakai untuk menyebut Ambalan kami, Nama Ambalan diambil dari nama-nama Pahlawan, Tokoh-tokoh Pewayangan atau istilah lain yang sangat dalam artinya bagi setiap Anggota Ambalan. Nama Ambalan kami ambil dari nama tokoh raja yang berkuasa di wilayah Lamongan. Tokoh tersebut diambil karena keteguhan dan ketegasan dalam meraih cita-cita. Nama Ambalan kami adalah Ambalan Airlangga dan Ambalan Mahendradatta.
Raja Airlangga merupakan menantu dari Raja Dharmawangsa Teguh (Raja Kerajaan Medang), sedangkan Ibu Airlangga yakni Mahendradatta (Istri Raja Udayana di Bali) adalah adik dari Raja Dharmawangsa. Guna mempererat kekerabatan maka dinikahkanlah Airlangga dengan putri pamannya. Wilayah Kerajaan Medang ini berada di Jawa Timur (Jombang dan Sekitarnya) Kerajaan Medang hancur karena peristiwa penyerangan kerajaan musuh saat pernikahan Airlangga dengan putri Raja Dharmawangsa.
Singkat Cerita, Raja Airlangga Selamat dari peristiwa tersebut dan melarikan diri ke Hutan. Lalu sekitar 2 tahun menghilang Raja Airlangga dinobatkan untuk meneruskan pemerintahan Raja Dharmawangsa dan berdirilah Kerajaan baru dengan nama KAHURIPAN yang berarti KEHIDUPAN.
Salah satu wilayah Kerajaan Kahuripan adalah Lamongan. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya bukti sejarah berupa prasasti yang berjumlah sekitar 15 buah prasasti (dari 29 prasasti yang ditemukan dan diidentifikasi sebagai prasasti yang dikeluarkan pada masa Raja Airlangga).
Sebaran prasasti tersebut berada di wilayah Kecamatan Sambeng, Bluluk, Modo, Sugio, (Lamongan Bagian Selatan). Selain prasasti juga ditemukan Candi di Desa Patakan, Sambeng yang merupakan bangunan suci (tempat beribadah) candi ini disebutkan di dalam salah satu prasasti Raja Airlangga.
Dewan Ambalan adalah sebuah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi Kepemimpinan di tingkat gugus depan yang beranggotakan Pramuka Penegak.
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, dan ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Dasadarma.